6 Tips Peluang Bisnis Kedai Kopi Yang Masih Menjanjikan

peluang bisnis kedai kopi

Saat ini, minum kopi telah menjadi lifestyle bagi masyarakat Indonesia. Hal ini bisa menjadi peluang kamu untuk memulai bisnis kedai kopi. Budaya minum kopi dimulai dari kalangan remaja, mahasiswa, pegawai kantoran, pekerja berat dan lain-lain. Dengan menyebarnya gaya hidup tersebut, coffee shop atau kedai kopi kini bisa dengan mudah kamu temukan di setiap sudut kota di Indonesia. Target pasarnya pun beragam, mulai dari kopi yang harga per gelasnya 10 ribu rupiah hingga yang segelasnya dibanderol dengan harga 50 ribu rupiah.
Memang, persaingan kedai kopi semakin hari semakin ketat, tapi ada banyak tips yang bisa dilakukan supaya tidak kalah saing dengan kedai kopi lainnya.

9 Tips Simpel Memulai Bisnis Kedai Kopi

Ingin tau tips memulai bisnis kedai kopi yang menjanjikan keuntungan? Mari kita bahas!

#1 Konsep Bisnis

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan untuk menguasai pasar bisnis kopi yang semakin menjamur adalah membuat konsep yang kuat.

Buatlah konsep bisnis yang original dan seunik mungkin. Jadikanlah konsep ini sebagai pembeda antara kedaimu dan kedai-kedai lain yang sudah berdiri lebih dulu.

Carilah ide dari kedai kopi yang sudah ada di negara atau kota lain, dengan demikian kamu bisa menghadirkan sesuatu yang baru. Tentunya, masyarakat akan sangat tertarik dengan konsep kedai kopi yang unik dan tidak bisa ditemukan di mana-mana.

#2 Tentukan Target Konsumen

Menyesuaikan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman.

Target pasar atau target konsumen ini akan mempengaruhi konsep bisnis dan berapa besar modal yang kamu butuhkan.

Dengan memahami konsumen dengan baik, berarti kamu dapat menentukan strategi yang tepat, seperti lokasi bisnis, desain coffee shop yang cocok, penentuan harga, dan lain sebagainya.

#3 Siapkan Modal Awal Bisnis

Seperti memulai bisnis pada umumnya, hal yang harus dipersiapkan adalah modal awal.

Modal bisnis ini diperlukan untuk menyewa tempat, membeli mesin dan peralatan untuk membuat kopi, membeli gelas dan sendok, serta membeli bahan baku seperti biji kopi, susu, sirup.

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan modal usaha, yaitu memanfaatkan tabungan pribadi, meminjam uang di bank (KTA), meminjam uang di platform P2P Lending, dan masih banyak alternatif lainnya.

Besaran modal untuk bisnis kopi sendiri berbeda-beda, tergantung konsep bisnis dan target konsumennya.

Mari kita tengok bisnis kedai kopi milik entrepreneur muda Achmad Fahmi. Pria asal Tangerang ini mengaku mengeluarkan modal sebesar Rp15 juta untuk memulai bisnis kedai kopinya yang bertajuk Kedai Seruput.

Meski awalnya bermodal gerobak, 6 bulan setelah dibuka, Achmad pun menyulap garasi rumah dan halaman rumahnya layaknya toko-toko kopi modern pada umumnya.

Setelah dua tahun berjalan, diakuinya kepada detikFinance.com (20/5/2017), omzet per bulan Kedai Seruput mencapai Rp12 juta.

Angka tersebut mungkin masih terlalu tinggi bagi kamu? Jangan khawatir! Pemilik Kiwari Coffee Bandung Irfan Rahadian Sudiyana, mengatakan bisnis kedai kopi bisa dimulai dengan modal kecil. Seperti dilansir dari detikFinance.com (5/7/2017), Irfan memaparkan:

“Modal itu kan tergantung. Kalau bisnis kopi itu sebenarnya modalnya cuma 2, kopi dan air (panas) saja. Kalau mau pakai alat racik manual yang sederhana, asal sudah ada tempatnya modal Rp1 juta pun cukup untuk beli alatnya dan bahan baku.”

So, udah nggak ada alasan lagi modal terlalu besar ‘kan?

#4 Menentukan Menu Andalan

Sebelum memulai usaha, kamu perlu melakukan survei terlebih dahulu tentang menu kopi yang beredar di pasar. Setelah itu, tentukan beberapa menu andalan yang menjadi ciri khas kedai kopimu.

Tips untuk menentukan menu andalan adalah:

Pilihlah menu yang belum banyak dijual di kedai kopi lain guna mengurangi tingkat persaingan.
Buatlah menu yang unik dengan memodifikasi resep dari menu-menu yang ada.
Cari referensi menu kopi dari coffee shop di luar pulau atau di luar negeri

Namun, perlu diingat bahwa pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar dan konsep kedai kopimu.

Layaknya Koffie Warung Tinggi yang memiliki menu khas tersendiri yakni Kopi Jantan dan Kopi Betina. Kopi Jantan memiliki rasa yang sangat keras dan berkhasiat meningkatkan vitalitas, sedangkan Kopi Betina banyak disukai oleh anak muda.

Menu andalan dengan nama-nama unik dan menarik tentu akan mengundang rasa penasaran calon konsumen.

#5 Mencari Supplier yang Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Inilah hal krusial yang sering dianggap sepele, yaitu mencari supplier untuk berjualan kopi.

Untuk membuka kedai kopi yang berkualitas, kamu memerlukan bahan-bahan yang juga memiliki kualitas tinggi. Biji kopi, sirup, bahkan susu tidak bisa dibeli sembarangan.

Untuk biji kopi, kamu tidak perlu jauh-jauh membeli biji kopi khas luar negeri. Apabila kamu pecinta kopi, kamu pasti sudah tahu bahwa terdapat berbagai ragam kopi khas daerah di Indonesia yang digemari oleh pecinta kopi sedunia. Bisa dibilang tiap-tiap daerah punya kopi khasnya masing-masing.

Contohnya, daerah Aceh yang terkenal dengan kopi gayonya. Dengan kenikmatan dan aromanya yang khas, dunia internasioal menganugrahi Fair Trade Certified™ sebagai bentuk apresiasi untuk kopi arabika gayo sebagai kopi terbaik di dunia.

Selain itu, ada juga kopi terkenal yang diproduksi di daerah Sulawesi Selatan, yaitu kopi toraja atau yang kerap disebut “queen of coffee” karena cita rasanya yang sedap.

Tentu, harga untuk bahan-bahan berkualitas tinggi tersebut tidak murah. Maka dari itu, kamu perlu mencari supplier yang memberikan kualitas dengan harga yang terjangkau.

Carilah beberapa supplier dan lakukan uji coba. Bandingkan kualitas bahannya serta harga yang dipatok jika kamu membeli dalam jumlah besar.

Selain itu, pilih supplier yang lokasinya lebih dekat denganmu, agar kamu bisa menekan biaya pengiriman atau transportasi.
Selain bahan-bahan, kamu juga perlu mencari distributor yang menjual mesin dan alat-alat kopi dengan harga yang sesuai dengan kantongmu.

Ada banyak sekali jenis alat kopi yang biasa ada di kafe-kafe, tapi kamu tidak harus membeli semuanya dalam satu waktu.

Pertama, kamu bisa menggunakan mesin espresso dan penggiling kopi manual. Lalu, seiring berjalannya waktu, kamu bisa meng-upgrade alat-alat tersebut dengan hasil penjualan kedai kopimu.

#6 Memilih Lokasi yang Tepat

Seperti yang sudah kamu tahu, lokasi menentukan prestasi. Lokasi yang strategis merupakan salah satu faktor kesuksesan bisnis seseorang. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, makan akan semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha.

Mungkin banyak orang berpikir, tempat paling strategis untuk mengawali bisnis kopi ini adalah kawasan sekolah atau kampus, kawasan perkantoran, lingkungan pasar dan mall, perumahan, atau tempat wisata.
Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi sekarang ini juga sedang ngetren lho bikin kedai kopi yang jaraknya jauh dari keramaian dan kemacetan.

Jika konsep bisnismu menawarkan tempat untuk bersantai di tengah kepenatan, cocok sekali menyewa lokasi yang jauh dari hiruk pikuk kota. Selain harganya lebih murah, kamu juga bisa menjual pemandangan yang instagramable!

Perlu diingat, saat menentukan lokasi usaha, kamu juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan. Jangan sampai modalmu terkuras hanya untuk menyewa tempat usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shop By Department